Senin, 31 Oktober 2016

Belajar dari kisah Thalut dan Jalut Tekat IKBAS PPMU Panyeppen MPW Karang Penang semakin mengkobar..!

ikbaskarangpenang.com.Ketua Majelis Taujih (Bahrowi Kholil) selalu memberi motivasi kepada Pengurus IKBAS baik MPW dan MPC untuk belajar dari kisah Thalut dan Jalut Dari 80.000 Tentara yang ikut Thalut hanya 313 yang tetap taat kepada Allah... ketika kita menggelar aksi disurabaya berapa ratus jumlah kita yang hadir kesana??? sekarang kita diseleksi kembali oleh Allah berapa jumlah kita yang akan ke Jakarta untuk membela agama Allah.? semoga kita yang mempunya tekat dan niat yang baik masuk kepada 313 dari 80.000 tentara Thalut Amin...!!

Ini Kisahnya!!
Kisah ini terjadi sesudah zaman Nabi Musa dimana Bani Israil telah meminta kepada Nabi mereka yaitu Nabi Samuel AS untuk mengangkat seorang raja untuk memerangi Jalut yang telah mengusir mereka dari kampungnya. Mereka berkata kepada Nabinya:
"Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (dibawah pimpinannya) di jalan Allah".
Nabi mereka menjawab:
"Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang".
Mereka menjawab:
"Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?'.
Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling kecuali beberapa saja diantara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang orang-orang Dzalim. (QS.Al-Baqarah:246).

Kemudian Nabi Samuel menyatakan bahwa Allah telah mengangkat Thalut, seorang petani dan peternak miskin dari desa menjadi raja mereka dan keputusan itu telah dibangkang sepenuhnya oleh mereka.

Nabi mereka mengatakan kepada mereka:
"Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu".
Mereka menjawab:
"Bagaimana Thalut memerintah kami padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?".
Nabi (mereka) berkata:
"Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa".
Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS.Al-Baqarah:247).

Dan Nabi Mereka mengatakan Kepada Mereka:
"Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut kepadamu, didalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. (QS.Al-Baqarah:248)". Dimana Tabut adalah suatu peti kayu yang berlapiskan emas.

Ketika Thalut membawa bala tentaranya sejumlah 80.000 orang (riwayat lain 300.000 orang) untuk melawan tentara Jalut termasuk didalamnya Nabi Daud AS. Thalut berkata:
"Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa diantara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa yang tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku. (QS.Al-Baqarah:249)".

Maka tibalah mereka pada sebuah sungai antara Urdus (Jordan) dan Palestin, nafsu mereka mengalahkan segalanya. Banyak dari tentara Thalut melanggar perintah tersebut dengan meminum air sepuas-puasnya pada sungai tersebut. Dan tentara Thalut menyusut menjadi 319 orang (riwayat lain 313 orang) yang tetap taat terhadap perintah Thalut dengan minum secukupnya.

Setelah itu meneruskan perjalanan, Thalut dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka yang tidak taat berkata:
"Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya. (QS.Al-Baqarah:249)".

Namun bagi mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah pula berkata:
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS.Al-Baqarah:249)".

Maka, semakin berkuranglah tentara Thalut yang terus berjuang. Mereka berhasil melewati ujian-ujian Allah. Mereka sangat kuat dan bersemangat. Mereka tidak seperti orang-orang yang luntur iman mereka yang keluar sebelum sempat berhadapan dengan bala tentara Jalut.

Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdo'a:
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. (QS.Al-Baqarah:250)".

Meskipun dengan jumlah tentara yang sedikit, Thalut tetap maju melawan Jalut. Kedua pasukan pun bertemu dan terjadilah perang tanding satu lawan satu. Daud AS juga mendapat giliran. Ia berani melawan Jalut, pemimpin pasukan lawan. Melihat sosok kecil Daud AS, Jalut meremehkannya dengan menggertak:
"Enyahlah kau, aku tidak suka membunuh anak kecil".
Tidak mau kalah, Daud menyahut:
"Aku suka membunuhmu".
Serangan Daud ternyata merepotkan Jalut. Daud mampu mengalahkan, bahkan membunuh Jalut. Dengan demikian, pasukan Thalut memetik kemenangan. Keberhasilan Daud ini menjadi buah bibir di kalangan Bani Israil.

Setelah beberapa tahun berlalu Raja Thalut wafat dan akhirnya Allah memberikan kekuasaan pada Daud menggantikan Thalut dan mengangkat Daud menjadi Nabi.

Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. (QS.Al-Baqarah:251)".

IKBAS PPMU Panyeppen MPW Karang Penang Targetkan 3 Bus untuk Aksi Membela Islam 04 Nopember 2016 di Jakarta

Bismillahirrohmaanirrohiim
Ikbaskrp.com Alhamdilillah setelah ada rekomendasi dari saykhona, malam ahad 30 Oktober 2016 dari jam 20.30 s.d 23.00 telah berlangsung rapat kordinasi terkait “Aksi Membela Islam 04 Nopember 2016 di Jakarta” dikediaman Abdullah Desa Tlambah Kec.Karang penang Kab.Sampang Madura

dalam Rapat tersebut dihadiri oleh  perwakilan dari pengurus MPW dan MPC IKBAS PPMU Panyeppen Sekecamatan Karang Penang. Dengan Hasil keputusan “IKBAS PPMU Panyeppen MPW Karang Penang Targetkan 3 Bus untuk Aksi Membela Islam 04 Nopember 2016 di Jakarta”

 Bahrawi Kholil Ketua Majelis Taujih di dampingi Sekjen Ikbas MPW Muhammad Juhri sebelum mesuk pada rapat koordinasi menyampaikan beberapa saran dari Syaikhona, Yaitu:

1. Anggota IKBAS yg mau berangkat ke Jakarta hari jum'at agar berkoordinasi di masing2 MPW dan membentuk koordinatornya.
2. Disarankan sambil ziaroh wali songo.
3. Agar berangkat tertib dan sopan.
4. Tulisan2 di spanduk agar dtulis dengan sopan.
Format tulisan di spanduk:
1. IKBAS menuntut ahok diproses hukum karena telah menodai kebinnekaan NKRI.
2. IKBAS menuntut Ahok dporses hukum karena melanggar UUD 1945
3. IKBAS menutut Ahok dproses hukum karena melanggar asa agamanya sendiri (kristen).
Demikianlah saran dari Kiai.